Selasa, 17 April 2012

* Ciri-ciri pria mesih perjaka*

Ukuran keperawanan seorang
wanita agaknya lebih mudah
diketahui ketimbang pria. Jika
wanita mengeluarkan darah saat
berhubungan maka dipastikan dia
masih perawan. Namun, bagaimana dengan pria yang
sudah tak perjaka lagi? Namun, tentunya sangat tidak
sulit untuk mengetahui seorang
pria perjaka atau tidak. Inilah
ciri-ciri pria yang masih perjaka: 1. Seorang perjaka adalah
seorang pria yang belum pernah
melakukan hubungan badan
dengan seorang wanita, untuk
itu biasanya laki laki yang masih
perjaka memiliki gairah yang terpendam yang mengakibatkan
ketika bangun tidur di pagi hari
alat vital mereka akan berdiri. 2. Kelopak mata bagian bawah
seorang perjaka berwarna
cerah, ini dikarenakan mereka
tidak mengeluarkan energi besar
untuk melakukan aktivitas
ejakulasi, sebaliknya laki laki yang sudah tidak perjaka
memiliki kelopak mata berbentuk
cekung dan berwarna kehitaman
akibat energi dalam tubuh keluar
bersama ejakulasi yang terjadi. 3. Seseorang yang masih perjaka
sering mimpi basah, dan laki laki
yang sudah tidak perjaka tidak
akan pernah mengalami mimpi
seperti itu lagi. 4. Warna alat vital dan puting
susu laki laki masih perjaka
biasanya berwarna kemerahan,
jika sudah tidak perjaka akan
berwarna kecoklatan atau
bahkan berwarna hitam. 5. Bentuk perut seorang perjaka
datar, jika seseorang sering
melakukan hubungan badan
bentuk perut mereka akan
berubah menjadi buncit (kecuali
orang gendut). 6. Pantat seorang perjaka
kelihatan berat dan berisi,
mereka yang sudah pernah
melakukan hubungan badan akan
membuat pantat tepos atau
setidaknya tidak berisi seperti saat masih perjaka. sekian info saya...

Kamis, 29 Maret 2012


Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha

Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan Hindu-Buddha berkat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti India, Tiongkok, dan wilayah Timur Tengah. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal tarikh Masehi, dibawa oleh para musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya, yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien.

Pada abad ke-4 di Jawa Barat terdapat kerajaan yang bercorak Hindu-Budha, yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa ini pula muncul dua kerajaan besar, yakni Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Tengah dan Kamboja. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada, berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan pembentukan kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.

Masuknya ajaran Islam pada sekitar abad ke-12, melahirkan kerajaan-kerajaan bercorak Islam yang tangguh dan ekspansionis, seperti Samudera Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa. Munculnya kerajaan-kerajaan tersebut, secara perlahan-lahan mengakhiri kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, sekaligus menandai akhir dari era ini.

Kronologis

* 300 - Indonesia telah melakukan hubungan dagang dengan India. Hubungan dagang ini mulai intensif pada abad ke-2 M. Memperdagangkan barang-barang dalam pasaran internasional misalnya: logam mulia, perhiasan, kerajinan, wangi-wangian, obat-obatan. Dari sebelah timur Indonesia diperdagangkan kayu cendana, kapur barus, cengkeh. Hubungan dagang ini memberi pengaruh yang besar dalam masyarakat Indonesia, terutama dengan masuknya ajaran Hindu dan Budha, pengaruh lainnya terlihat pada sistem pemerintahan.

* 300 - Telah dilakukannya hubungan pelayaran niaga yang melintasi Tiongkok. Dibuktikan dengan perjalanan dua pendeta Budha yaitu Fa Shien dan Gunavarman. Hubungan dagang ini telah lazim dilakukan, barang-barang yang diperdagangkan kemenyan, kayu cendana, hasil kerajinan.

* 400 - Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah kerajaan-kerajaan dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain prasasti, candi, patung dewa, seni ukir, barang-barang logam. Keberadaan kerajaan Tarumanagara diberitakan oleh orang Cina.

* 603 - Kerajaan Malayu berdiri di hilir Batang Hari. Kerajaan ini merupakan konfederasi dari para pedagang-pedagang yang berasal dari pedalaman Minangkabau. Tahun 683, Malayu runtuh oleh serangan Sriwijaya.

* 671 - Seorang pendeta Budha dari Tiongkok, bernama I-Tsing berangkat dari Kanton ke India. Ia singgah di Sriwijaya untuk belajar tatabahasa Sansekerta, kemudian ia singgah di Malayu selama dua bulan, dan baru melanjutkan perjalanannya ke India.

* 685 - I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Tionghoa.

* 692 - Salah satu kerajaan Budha di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan berkembang menjadi pusat perdagangan yang dikunjungi oleh pedagang Arab, Parsi, dan Tiongkok. Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah, emas, perak. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Semenanjung Malaya, Kamboja, dan Jawa. Sriwijaya juga menguasai jalur perdagangan Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut China Selatan. Dengan penguasaan ini, Sriwijaya mengontrol lalu lintas perdagangan antara Tiongkok dan India, sekaligus menciptakan kekayaan bagi kerajaan.

* 922 - Dari sebuah laporan tertulis diketahui seorang musafir Tiongkok telah datang kekerajaan Kahuripan di Jawa Timur dan maharaja Jawa telah menghadiahkan pedang pendek berhulu gading berukur pada kaisar Tiongkok.

* 1292 - Musafir Venesia, Marco Polo singgah di bagian utara Sumatera dalam perjalanan pulangnya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Marco Polo berpendapat bahwa Perlak merupakan sebuah kota Islam.

* 1292 - Raden Wijaya, atas izin Jayakatwang, membuka hutan tarik menjadi permukiman yang disebut Majapahit. Nama ini berasal dari pohon Maja yang berbuah pahit di tempat ini.

* 1293 - Raden Wijaya memanfaatkan tentara Mongol untuk menggulingkan Jayakatwang di Kediri. Memukul mundur tentara Mongol, lalu ia naik takhta sebagai raja Majapahit pertama pada 12 November.

* 1293 - 1478 - Kota Majapahit menjadi pusat kemaharajaan yang pengaruhnya membentang dari Sumatera ke Papua, kecuali Sunda dan Madura. Kawasan urban yang padat dihuni oleh populasi yang kosmopolitan dan menjalankan berbagai macam pekerjaan. Kitab Negarakertagama menggambarkan keluhuran budaya Majapahit dengan cita rasa yang halus dalam seni, sastra, dan ritual keagamaan.

* 1345-1346 - Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra dalam perjalanannya ke dan dari Tiongkok. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Tiongkok. Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra adalah seorang pengikut Mahzab Syafi'i salah satu ajaran dalam Islam.

* 1350-1389 - Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan Indonesia bahkan jazirah Malaya sesuai dengan "Sumpah Palapa" yang menyatakan bahwa Gajah Mada menginginkan Nusantara bersatu.

* 1478 Majapahit runtuh akibat serangan Demak. Kota ini berangsur-angsur ditinggalkan penduduknya, tertimbun tanah, dan menjadi hutan jati.

* 1570 - Pajajaran, ibukota Kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa dihancurkan oleh Kesultanan Banten.

Kerajaan Hindu/Buddha
Kerajaan Hindu/Buddha di Kalimantan
* Kerajaan Kutai

Kerajaan Hindu/Buddha di Jawa
* Kerajaan Salakanagara (150-362)
* Kerajaan Tarumanegara (358-669)
* Kerajaan Sunda Galuh (669-1482)
* Kerajaan Kalingga
* Kerajaan Mataram Hindu
* Kerajaan Kadiri (1042 - 1222)
* Kerajaan Singasari (1222-1292)
* Kerajaan Majapahit (1292-1527)

Kerajaan Hindu/Buddha di Sumatra
* Kerajaan Malayu Dharmasraya
* Kerajaan Sriwijaya

Minggu, 05 Februari 2012

Karya Ilmiah


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
          Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya serta anugrahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas ini dengan baik.
            Kami dalam kesempatan ini ingin mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1.      Guru Pembimbing Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
2.      Drs. Priyo Suwarno selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Polanharjo
3.      Orang tua yang telah memberikan dukungan moral dan spiritual
4.      Teman-Teman yang sudah ikut Partisipasinya untuk menyelesaikan Tugas ini

Kami telah berusaha semaksimal mungkin tetapi keterbatasan akal budi pikiran dalam penyusunan Tugas ini. Apabila terjadi kesalahan atau kekurangan kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, semoga Tugas ini dapat bermanfaat bagi semuanya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





Klaten, 20 Januari 2012



Aji Cahyo Nugroho
Aning Kusuma Wardani
M. Tantowi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang  ……………………………………………………………………………………………
B.Identifikasi Masalah  …………………………………………………………………………………...
C.Tujuan  …………………………………………………………………………………………………………
D.Metode  ………………………………………………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN
A.Upaya Pencegahan  …………………………………………………………………………………….


BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan  ……………………………………………………………………………………………….
B.Saran  …………………………………………………………………………………………………………








KARYA ILMIAH
BAHAYA NARKOBA BAGI PELAJAR
DISUSUN OLEH:
AJI CAHYO NUGROHO (01)
ANING KUSUMA WARDANI (03)
MUHAMMAD TANTOWI (25)
SMA NEGERI 1 POLANHARJO
TP: 2011-2012

Bahanya Narkoba Bagi Pelajar
 |.Pendahuluan
 A.Latar Belakang
 Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.
 Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba.
 Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.

Bahaya bagi pelajar
 Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
 Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
 Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:
 • Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
 • Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
 • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
 • Sering menguap, mengantuk, dan malas,
 • Tidak memedulikan kesehatan diri,
 • Suka mencuri untuk membeli narkoba.
            Berikut Jenis-jenis Narkoba Dan Apa Saja Bahya-Bahayanya
1. Opium
 Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
 Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
 Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.

2. Morphine
 Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
 Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.



3. Heroin
 Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
 Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
 Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

4. Codeine
 Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

5. Kokain
 Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
 Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
 Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.

6. Amfitamine
 Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
 Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

7. Ganja
 Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).

B. Identifikasi Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah, masalah – masalah yang muncul dapat di identifikasi sebagai berikut :
 1.    Banyaknya masyarakat belum mengetahui bahayanya narkoba.
 2.    Banyaknya masyarakat belum memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba.
 3.    Banyaknya masyarakat belum memiliki konsep hidup sehat.

 C. Tujuan
 Penulisan karya tulis ini bertujuan :
 1.    Agar Banyaknya masyarakat dapat mengetahui bahayanya narkoba.
 2.    Agar Banyaknya masyarakat dapat mengetahui pemahaman tentang bahaya narkoba.
 3.    Agar Banyaknya masyarakat memiliki konsep hidup sehat.

D. Metode
 Metode Yg Digunakan Dalam Penulisan Ini AdalahMetode Secara Langsung.
 metode ini mengkaji berbagai referensi tentang bahayanya narkoba.


II. Pembahasan

A.Upaya Pencegahan
 Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah peredaran narkoba. cara tersebut antara lain :
     Mengadakan pengawasan yang ketat terhadap barang barang yang masuk.
     Memberikan hukuman yang berat terhadap pengedar dan pemakai narkoba.
     melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
     Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.
     Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
     Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
     Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan
     keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat.
     Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home).
     Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah haram
     sebagaimana haramnya Babi dan berbuat zina.
     Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan Ibu, di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum

III. Penutup
A.    Kesimpulan
 Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan sebagai berikut :
 1)    Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba
 2)    Upaya pemerintah memberikan penyuluhan tentang penyebaran narkoba
 3)    Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf
 yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
 4)    Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma
 dan ketentraman umu.
 5)    Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara
 fisik maupun psikologis.





B.    Saran
1.    Hendaknya masyarakat peduli tentang kesehatan
 2.    Pemerintah hendaknya segera mencari solusi agar penyebaran narkoba tidak terjadi lagi
 3.    Hendaknya Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
 Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
 Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
 Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik..




SEMOGA DAPAT BERMAANFAAT BAGI KALIAN SEMUA


HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan : Bahaya Narkoba Bagi Pelajar
2 Bidang Kegiatan :  Bahaya Narkoba
3 Bidang Ilmu :  Kesehatan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Aji Cahyo Nugroho
b. NIS : 10716
c. Jurusan : IPS
d. Sekolah: SMA NEGERI 1 POLANHARJO
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Karang,Karang,Delanggu Rt:013 Rw:004, Klaten/085229374018
f. Alamat email : samuelzylgwyn@rocketmail.com

5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
            Aning Kusuma Wardani
            Muhammad Tantowi

6. Guru Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ibu Istiqomah S.Pd
b. NIP :
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :





7. Jangka Waktu Pelaksanaan : bulan

17 Januari 2012-07 Februari 2012

Menyetujui

Ketua Kelas                                                                                              Ketua Pelaksana



(__________________________)                                                (_________________________)

NIS.                                                                                                          NIS.

                                                        Guru Pendamping


                                               (_________________________)

 
                                                     NIP.





DAFTAR PUSTAKA


Aji Cahyo Nugroho, H.(2012).Bahaya Narkoba Bagi Pelajar, Klaten.
Aning Kusuma Wardani, E.(2012). Bahaya Narkoba Bagi Pelajar, Klaten.
Muhammad Tantowi, S.(2012). Bahaya Narkoba Bagi Pelajar,Klaten.